AIDS mulai dikenal pada tahun 1981, ketika pusat pengontrolan penyakit (Center For Disease Control) di Atlanta Amerika Serikat meneliti sarkoma Kaposi yang banyak di derita kaum homoseksual. Berbagai penelitian terus dilakukan dan akhirnya ditemukan bahwa penyebab AIDS yaitu HIV (Human Immune Deficiency Virus).
HIV yang masuk ke dalam tubuh akan menyerang limfosit T penolong (helper T cell). Padahal limfosit T penolong berfungsi mengaktifkan limfosit T dan limfosit B sebagai penghasil antibody. Akibatnya, system kekebalan tubuh akan menjadi rendah.
Jumlah limfosit T pada orang normal kurang lebih sekitar 1.000 sel per mikroliter darah, sedangkan pada orang yang menderita AIDS limfosit T berjumlah sekitar 200 sel per mikroliter. Kondisi ini mengakibatkan tubuh sangat rentan terserang penyakit oportunistik lainnya. Penderita AIDS akan terserang penyakit yang diakibatkan jamur, bakteri, maupun virus. Penyakit tersebut di antaranya, yaitu radang membran otak (meningitis), TBC, kanker darah, herpes, dan gangguan pada sistem pernapasan.
0 komentar:
Posting Komentar